Selly Gadis Malang Yang Tak Berdaya

1986 views

cerita sex

Bar itu terletak di sudut kota,
bagian paling gelap dari
Jakarta. Bar itu bisa buka
mulai dari pagi hingga pagi lagi,
tanpa pernah kelihatan tutup.
Hampir seluruh pengunjungnya
adalah laki-laki pemabuk,
preman, pembuat onar. Wanita,
sangat jarang, atau bisa
dikatakan tidak pernah datang
atau mengenali tempat itu.
Mulai dari pukul 12 siang,
sejumlah preman sudah mulai
minum-minum, membuat
pengunjung yang peminum
biasa cepat-cepat pergi
meninggalkan bar itu. Empat
dari mereka bermain bola
sodok dan yang lima lainnya
sedang berbicara dengan Rony.
Sekitar pukul tujuh malam
seorang sosok wanita masuk.
Ia sama sekali tidak cocok
dengan tempat itu.
Selly, wanita itu, sudah
dijanjikan akan dijemput oleh
pacarnya sekitar pukul tujuh,
dan pacarnya mengatakan
agar ia berpakaian seksi dan
sensual. Bagi Selly sendiri, itu
bukan masalah. Ia
menghabiskan sepanjang sore
berbelanja dan berdandan. Ia
kemudian mengenakan gaun
malam hitam. Bagian dadanya
lumayan rendah membuat
belahan dadanya terlihat, tapi
tidak terlalu banyak. Buah
dada Selly tidak besar, tapi
padat dan bulat, dan tetap
mengacung walaupun ia tidak
mengenakan BH sekalipun.
Pantatnya juga terlihat bulat
di tutupi oleh gaun malam itu.
Selly terlihat tinggi karena di
kakinya ia memakai sepatu
dengan hak setinggi sepuluh
senti. Panjang gaun malam itu
hanya sampai sepuluh senti di
atas lutut Selly, membuat kaki
Selly yang panjang terlihat
jelas, halus, putih mulus.
Karena ketatnya gaun yang ia
pakai, Selly harus berjalan
perlahan, masuk ke dalam bar
itu. Rambut Selly yang
berwarna kecoklatan jatuh
tergerai di punggungnya.
Secara keseluruhan penampilan
Selly membuat bar itu semakin
terasa panas.
Pacarnya bilang bahwa ia akan
menjemput Selly untuk makan
malam, tapi sekarang Selly
sendiri tidak yakin apakah
memang tempat ini yang
dimaksudkan, setelah matanya
melihat keadaan di
sekelilingnya. Ia sendiri harus
bertanya beberapa kali untuk
bisa sampai ke tempat ini. Selly
yang tidak melihat teman
kencannya, memutuskan untuk
memesan soft drink dan
menunggu sebentar. Selly
menghampiri tempat duduk
kosong di sebelah meja bola
sodok, dan duduk di situ
berharap teman kencannya
akan segera datang dan
membawanya pergi dari situ.
Keempat orang yang sedang
bermain bola sodok
memandanginya sejenak dan
mengenali Selly, mereka
berkata bahwa mereka adalah
fans berat Selly dan
mengajaknya untuk ikut dalam
permainan bola sodok mereka.
Dengan sopan Selly
mengucapkan terima kasih dan
menolak tawaran itu, dan
mengatakan bahwa ia sedang
menunggu temannya.
Masing-masing dari keempat
orang itu menatap Selly untuk
beberapa saat, dan Selly
sendiri merasa merinding ketika
matanya menatap mata
mereka. Mereka menjilati bibir
mereka setiap kali mata Selly
beradu pandang dengan
mereka. Setelah minum-minum
beberapa gelas kemudian,
suasana semakin menakutkan
bagi Selly. Mereka berdiri di
sebelah Selly sambil mengusapi
selangkangan mereka
menunggu giliran untuk
menyodok bola. Mereka mulai
melontarkan kata-kata jorok
seakan-akan Selly tidak ada di
situ.
“Hei Non, gimana kalo lo buka
kaki lo, jadi kita bener-bener
punya lubang beneran buat
disodok!” seseorang dari
mereka berkata.
“Gimana kalo kita nyanyi sama-
sama di ranjang Non?” yang
lain menimpali.
Selly berusaha mengacuhkan
mereka, tapi mereka terus
melontarkan kalimat-kalimat
jorok itu. Selly memutuskan
untuk menunggu teman
kencannya di luar sehingga ia
tidak harus melihat orang-
orang itu. Tapi seseorang
segera mendekatinya dan
menempatkan tangannya di
bahu Selly serta mendorongnya
duduk kembali sementara ia
sendiri duduk di sebelah Selly.
“Taruhan yuk?!, Kalo gue bisa
masukin bola di sudut itu, lo
kulum punya gue di mulut lo!”
katanya keras, sambil
kemudian menjilat dan mencium
telinga Selly.
Selly hanya bisa memandangi
dia dengan mulut terbuka tak
percaya. Ia sama sekali tidak
percaya mendengar perkataan
laki-laki itu. Seumur hidupnya
belum pernah ada orang yang
berbicara sedemikian vulgar
kepadanya. Ketika Selly tidak
mengatakan apa-apa, orang
itu memasukkan tangannya ke
dalam gaun Selly, merabai
pahanya dan berusaha
membuka kaki Selly. Selly
meronta dan memandang
sekelilingnya dengan tatapan
memelas mohon pertolongan.
Orang yang lain kemudian
berteriak bahwa sekarang
giliran laki-laki itu untuk main.
Ketika laki-laki itu bangkit,
Selly merasa lega, tapi tidak
lama. Laki-laki lain
menggantikan orang itu dan
dua orang lainnya
menghadangnya di depan. Laki-
laki yang bertaruh tadi
menyodok bolanya. Ia kemudian
melemparkan tongkatnya ke
atas meja, memandang Selly
sambil menyeringai, dan
perlahan berjalan mendekati
Selly.Abg montok jepang remasin toket pake pelumas
“Lo utang satu kali sama gue!”
katanya singkat.
Rony segera berlari mendekati
pintu dan menguncinya. Dua
orang menarik Selly yang
meronta dan menjerit, dari
atas tempat duduknya. Kedua
laki-laki itu berkata kalau Selly
bisa berteriak sekuat tenaga,
tapi tetap akan melayani
mereka apapun yang terjadi!
Wajah Selly memutih pucat
ketakutan, dan memohon pada
mereka untuk melepaskan
dirinya. Selly berkata, dirinya
tidak membawa banyak uang,
tapi mereka bisa mengambil
kartu kredit dan semua uang
yang ada di dompetnya kalau
mereka melepaskan dirinya.
Laki-laki yang menang taruhan
tadi hanya tertawa dan
menurunkan ritsluiting
celananya.
“Gue nggak butuh duit lo! Lo
bisa simpen duit lo! Tapi yang
pasti lo nggak bakalan bisa
nyimpen badan lo cuma buat lo
sendiri!” katanya.
Selly akan segera diperkosa
beramai-ramai. Selly hanya
mempunyai dua pilihan. Melawan
dan berharap bisa melarikan
diri, atau berusaha rileks dan
berdoa mereka tidak melukai
dirinya. Ketika Selly melihat
sepuluh orang mengeliling
dirinya, Selly menyadari ia
harus menyerahkan dirinya.
Tiba-tiba, Selly dipaksa untuk
berlutut. Rony tadi memegang
rambut dan kepala Selly hingga
tidak dapat bergerak. Laki-laki
yang bertaruh tadi maju
mendekati Selly. Ketika ia
mengeluarkan penisnya, ia
memerintahkan Selly untuk
segera mengulumnya dan jika
ia berani mengigit penisnya, ia
akan merontokan gigi Selly dan
melanjutkan memperkosa mulut
Selly. Rony tadi mendorong
kepala Selly ke depan. Laki-laki
di depan Selly memajukan
penisnya mendekati muka Selly.
Ketika penisnya sudah tegang
dan keras, ia menjepit hidung
Selly untuk membuat Selly
membuka mulutnya.
Ketika Selly kehabisan nafas
dan membuka mulutnya untuk
menghirup udara, ia mendorong
penisnya ke dalam mulut Selly.
Laki-laki itu berhenti begitu
bibir Selly telah melingkar di
penisnya dan membiarkan Rony
di belakang Selly membantunya.
Rony tadi mulai mendorong dan
menarik kepala Selly. Kepala
Selly bergerak maju dan
mundur tanpa henti, terus
menerus. Lipstik Selly yang
berwarna merah menempel di
batang penis yang ada di
mulutnya. Dan ketika kepala
penis itu masuk ke
tenggorokannya Selly
tersedak, tapi Rony tetap
mendorong hingga kepala penis
itu masuk lebih dalam di
tenggorokan Selly. Selly
dipegangi hingga tak bergerak
dengan penis yang terbenam
hingga tenggorokannya,
sementara mereka berbicara
satu sama lain.
“Lumayan! Anget dan empuk!
Tapi gue pikir dia musti banyak
berlatih soal beginian.” Kata
laki-laki di depan Selly.
“Mungkin dia belon pernah
pake mulutnya? Gimana? Lo
udah pernah pake mulut lo
Selly sayang?” tanya yang lain.
“Tentu aja dia pernah!
Mulutnya nggak dipake buat
makan doang tau?! Liat aja
tuh bibir, punya lo kayak
dijepit sama tuh bibir kan?”
kata Rony sambil melihat dari
bahu Selly.
Laki-laki pertama tadi lalu
mendorong Rony untuk
menjauh. Tangannya kemudian
menjambak rambut Selly dan
mulai menggerakannya dengan
kasar membuat penisnya
kembali bergerak keluar masuk
di mulut Selly. Semua orang
dapat mendengar suara dahi
Selly yang menumbuk perut
orang itu, dan erangan Selly
yang terdengar setiap kali
penis itu masuk jauh ke
tenggorokannya.
Ketika laki-laki itu akan
mengalami orgasem ia
mendorong kepala Selly hingga
hidung Selly terbenam di dalam
rambut kemaluan orang itu
tanpa bisa menarik nafas.
Sperma langsung menyembur
keluar memenuhi mulut Selly.
Dan dari sudut mulut Selly
sperma menyemprot keluar,
mengalir turun, menggantung
di dagu Selly. Kemudian orang
itu mulai bergerak lagi tanpa
henti. Sperma terus mengalir
keluar, jatuh dari leher Selly
ke atas gaun hitam yang
dikenakan Selly. Ketika
akhirnya ia menarik penisnya
dari mulut Selly, Selly megap-
megap menarik nafas dan
terbatuk-batuk memuntahkan
sperma yang masih ada di
tenggorokannya.
Dua orang kemudian
memegangi Selly sementara
yang lain mulai melepaskan
pakaian mereka. Selly sendiri
tak berdaya untuk melarikan
diri, setelah baru saja ia
mengalami shock karena
sperma yang disemburkan
masuk ke dalam mulutnya, tapi
mereka tetap memeganginya.
Ketika semuanya telah
telanjang bulat, ia diangkat
dan diletakan di atas meja bola
sodok dan langsung dipegangi
oleh empat orang laki-laki,
setiap orang memegangi
tangan dan kakinya. Kaki Selly
terbuka lebar dan tubuhnya
telentang, lampu di atas kepala
Selly membuat matanya
terpejam karena silau. Rony
mendekat dan naik ke atas
meja.
Perlahan ia menggosokan
penisnya yang besar ke kaki
Selly. Yang lain hanya bisa
memandang iri pada penis Rony
yang panjangnya hingga 25
senti dan selalu ia yang
mendapat kesempatan
pertama. Rony memerintahkan
orang di dekat kepala Selly
untuk mengangkat kepala Selly
hingga Selly bisa melihat ketika
penis Rony mulai masuk ke
vagina Selly. Orang yang
memegangi kaki Selly berusaha
membuka kaki Selly lebih lebar,
tapi terhalang oleh gaun yang
dikenakan Selly. Rony langsung
menarik gaun tersebut robek
hingga pinggang Selly.
Orang-orang berseru kagum
ketika melihat apa yang
dikenakan Selly di bawah
gaunnya. Ia mengenakan
stocking warna hitam dengan
celana dalam sutra berenda
yang mirip dengan bikini. Orang
yang memegang tangan Selly
lalu menarik gaun bagian atas,
terlihatlah BH warna hitam
yang menutupi separuh dari
buah dada Selly. Puting susu
Selly tampak mencuat dari
balik BH yang tipis dan
berenda itu.
“Gila! Lo pake pakaian kayak
gini dan lo musti dipaksa buat
ngulum punya dia! Kata Rony.
“Mungkin lo nggak suka sama
kita semua ya? Lo anggep kita
nggak pantes lo layanin, gitu?
Jadi lo pikir cuma Roy yang
berhak nidurin lo? Lo dandan
kayak gini biar Roy napsu
sama lo kan? Asal lo tau aja
Selly, buat sementara waktu
Roy atau siapapun juga nggak
bisa nidurin lo! Karena mereka
semua musti nunggu lo selesai
ngelayanin kita semua di sini!
Sekarang kita liat seberapa
hotnya lo!”.
Selly terpana, menyadari nama
teman kencannya adalah Roy!
Roy yang mengajak dirinya
makan malam! Roy yang
meminta agar Selly berpakaian
seksi! Roy yang memintanya
agar menunggu di bar ini Roy
telah menjual tubuh Selly
untuk para preman ini!
Setelah menarik lepas celana
dalam dan BH Selly, Rony
menyuruh orang-orang yang
memegangi Selly
melepaskannya. Selly berusaha
meronta dan menendang Rony,
tapi ia kalah cepat. Rony
langsung memegang kedua
pergelangan tangan Selly yang
ramping dengan satu tangan
dan menekannya di atas meja
dekat kepala Selly, sementara
ia menempatkan pinggulnya
diantara kedua kaki Selly. Rony
kemudian berusaha membuka
kaki Selly dengan kedua
lututnya dan mengarahkan
penisnya yang sudah keras ke
vagina Selly dengan bantuan
tangannya yang masih bebas.
Dengan satu kali dorongan,
Rony dengan keras memasuki
vagina Selly. Selly menjerit
sekeras-kerasnya, dan makin
meronta-ronta, tanpa daya
menghentikan Rony
memperkosa dirinya. Rony
sendiri menikmati sekali segala
jeritan dan rontaan Selly. Ia
menyeringai setiap kali Selly
menjerit kesakitan.
Ketika Rony sedang
memperkosanya, laki-laki
lainnya ikut menyakiti Selly
dengan mencubit, meremas,
meraba, mengisap, mengigit,
menjilat dan menciumi seluruh
tubuh Selly. Mereka mulai
dengan memainkan buah dada
Selly dan mengisapi puting
susunya, tangan-tangan
mereka juga menarik-narik dan
menjepit puting susunya.
Seseorang menutup mulut Selly
dengan tangannya sehingga
seluruh jeritan Selly hanya
berupa erangan tak jelas. Kaki
Selly diangakat tinggi-tinggi
dari atas meja sementara
tangan-tangan merabainya,
menikmati halusnya kaki Selly.
Seseorang berusaha membuka
belahan pantat Selly dan
sesuatu yang basah
dimasukkan ke liang duburnya.
Dua buah penis menampari
wajah Selly, mengenai pipi dan
matanya.
Beberapa menit kemudian
jeritan Selly hanya tinggal
erangan dan rintihan tapi Rony
memperkosa Selly tanpa henti,
terus bergerak makin cepat.
Setelah lama kemudian, Rony
menarik penisnya hingga
hampir terlepas dari jepitan
vagina Selly, ia mengerang dan
maju mendorong ke depan
sekuat tenaga. Kepala Selly
terdongak dan jeritan
melengking terdengar, melolong
panjang keluar dari mulut Selly
yang masih tertutup oleh
tangan. Rony mengejang
beberapa saat dan bergerak
beberapa kali, dan penisnya
menyemburkan sperma ke
dalam vagina Selly. Sperma,
bercampur dengan darah, mulai
mengalir keluar dari vagina
Selly. Sperma Rony menyembur
tanpa henti, hingga mengalir
dan tergenang di atas meja
bola sodok. Laki-laki yang lain
kemudian melepaskan pegangan
mereka pada diri Selly dan
bertengkar mengenai giliran
siapa selanjutnya.
Selly hanya bisa berbaring tak
bergerak ditindih oleh Rony,
kaki dan tangannya masih
terbuka lebar, ia menangis
histeris. Satu-satunya yang
telah Selly jaga, mulai dari
SMA, universitas, hingga kini,
adalah keperawanannya. Selly
ingin menyimpan
keperawanannya itu untuk
malam pertama di hari
pernikahannya. Ia telah
diperkosa dan keperawanannya
telah hilang.
“Gila! Dia masih perawan! Gue
taruhan si Roy pasti nggak tau
soal ini! Artis kayak lo masih
ada yang perawan juga ya
Selly, gue pikir lo udah kasihin
ke produser lo!” kata Rony.
Ia menatap Selly yang masih
terus menangis.
“Udah dong Selly, jangan nangis
terus! Perawan lo udah ilang
sekarang, nasi udah jadi bubur!
Lo mustinya bangga ama diri
lo, soalnya punya lo masih
sempit banget! Pokoknya paling
sempit dari semua yang udah
pernah gue pake! Lagipula kita
baru aja mulai!” katanya pada
Selly.
Rony kemudian menarik
penisnya keluar. Semua orang
melihat bagaimana vagina Selly
menjepit penis itu ketika penis
itu perlahan keluar dari vagina
Selly. Seorang laki-laki segera
naik ke atas meja setelah
Rony turun. Ia tidak terlalu
terburu-buru. Sekarang, Selly
dapat merasakan bagaimana
bibir vaginanya perlahan
membuka dan penis itu sedikit
demi sedikit masuk ke
dalamnya. Kesakitan kembali
tercermin di wajah Selly, ketika
ia merasa tubunnya seperti
dirobek oleh penis yang masuk.
“Lo jangan belagu deh! Kalo lo
nggak suka sama punya gue
atau punya temen gue tadi,
masih ada yang laen! Cepet
atau lambat lo pasti temuin
yang lo suka!” bentak orang
itu.
Perkataan orang itu membuat
apa yang telah ia takutkan
selama ini menjadi nyata. Selly
akan diperkosa bergantian oleh
seluruh orang yang ada di bar
itu. Dan ia tidak punya pilihan
sama sekali. Selly hanya bisa
menyerahkan dirinya dan
melayani mereka hingga selesai.
Sekarang Selly hanya berharap
ia bisa keluar dari situ hidup-
hidup, dan berharap tidak ada
seorangpun yang tahu apa
yang telah ia alami.
Selly kemudian berusaha
berpikir bagaimana membuat
semua siksaan ini semakin
cepat berakhir. Ia berusaha
mengingat adegan-adegan film-
film erotis yang pernah
dilihatnya. Ia berusaha
mengingat apa yang harus
dilakukan untuk mendorong
seorang pria cepat mencapai
orgasme.Tante Girang Pengen Kontol Gede
Selly kemudian melingkarkan
tangannya ke leher laki-laki
yang ada di atas tubuhnya
dan menariknya mendekat, lalu
menciumi bibir laki-laki itu. Selly
lalu melingkarkan kakinya ke
tubuh laki-laki itu dan
menggosokan kakinya yang
terbungkus stocking ke pinggul
dan pantatnya. Walaupun rasa
sakit masih terus menyerang
kewanitaan Selly, Selly terus
saja melingkarkan dan
mengunci kakinya ke pantat
dan menariknya hingga penis
laki-laki itu masuk lebih dalam
ke dalam vagina Selly,
dibarengi oleh Selly dengan
mengangkat pinggulnya.
Sebelah tangan Selly mengusapi
rambut laki-laki itu sementara
yang lainnya merabai pundak
dan punggungnya. Ia menciumi
dan mengulum lidah laki-laki itu
sembari mengeluarkan erangan
seakan-akan ia menikmati
semuanya. Selly berusaha
mengingat semua adegan
erotis yang pernah dilihatnya,
berusaha membuat laki-laki
yang sedang memperkosanya
segera mengalami orgasme.
Berhasil! Ia menyemburkan
spermanya ke dalam vagina
Selly yang sudah terisi oleh
sperma Rony. Lalu dengan
segera orang lain
menggantikan laki-laki itu,
kemudian laki-laki lain
menyusul, setelah itu temannya
juga mulai memperkosa Selly.
Selly berusaha membuat
mereka orgasme secepat
mungkin, tapi akhirnya Selly
tidak bisa lagi menahan semua
itu. Ia tidak bisa lagi menahan
rasa sakit dan ia sudah
kehabisan tenaga melayani
laki-laki itu. Selly lalu menangis
dan memohon pada semuanya
agar melepaskan dirinya. Laki-
laki yang sedang menindihnya
meremas buah dada Selly
keras-keras hingga Selly
menjerit kesakitan.
“Jangan berisik! Lo belon
ngelayanin temen-temen gue!
Masih ada lima orang lagi!”
bentaknya pada Selly.
Tiba-tiba orang itu menarik
penisnya keluar dan
merangkak ke dada Selly. Selly
sudah sangat ketakutan
sekarang hingga ia hanya bisa
berbaring dengan mata
terpejam erat, menunggu
orang selanjutnya yang akan
mengambil giliran
memperkosanya. Ia sama sekali
tidak menyadari orang yang
baru saja memperkosanya
mengarahkan penisnya ke
muka Selly. Dan tepat sebelum
orang itu orgasme Selly
membuka matanya. Sperma
segera menyembur ke seluruh
wajah Selly. Seseorang
memegangi kepala Selly, hingga
seluruh sperma itu keluar
menyembur dari penis itu.
Ketika orang itu puas ia
menarik rambut Selly dan
menamparkan penisnya ke
wajah Selly.
“satu-satunya yang boleh lo
mohon cuma ini tau? Lo sendiri
yang masuk ke sini pake
pakaian kayak gini dan lo
mohon kita berhenti? Lo
bercanda apa? Lo musti
ngelayanin kita sampe kita
nggak bisa bangun lagi! Ngerti”
Orang itu membentak Selly.
Lima orang terakhir kemudian
mengambil giliran masing-masing
dan memperlakukan Selly sama
dengan orang sebelumnya.
Ketika hampir orgasme, mereka
menarik penisnya keluar,
merangkak di atas dada Selly,
dan memyemprotkan sperma
mereka ke seluruh wajah dan
buah dada Selly kemudian
menarik rambut Selly untuk
membersihkan penis mereka.
Dan ketika orang yang
terakhir selesai Selly berbaring
hampir tak sadarkan diri.
Wajah, buah dada, dan puting
susu Selly seluruhnya dilumuri
sperma. Sperma itu mengalir
turun dari sisi wajahnya,
masuk ke telinga dan leher
Selly. Selly tidak bisa membuka
matanya karena semuanya
tertutup oleh sperma. Selly
harus bernafas melalui
mulutnya karena sperma sudah
masuk ke hidungnya. Rambut
Selly yang kecoklatan terlihat
kusut karena terkena sperma
yang mengering di rambutnya.
Ketika orang-orang itu
beristirahat sejenak, Selly
hanya berbaring di atas meja
bola sodok, kakinya terbuka
lebar dan sperma mengalir
keluar dari vaginanya,
menunggu orang selanjutnya
memperkosa dirinya. Vagina
Selly tampak memar, memerah,
dan terasa sakit karena baru
saja dimasuki sepuluh orang
bergantian tanpa henti.
Dua orang menarik tubuh Selly
turun dari meja bola sodok itu
dan menyeretnya ke kamar
mandi. Mereka kemudian
membersihkan tubuh Selly
dengan kertas tisu yang kasar
dari sperma yang menempel.
Dan ketika tubuhnya diseret
keluar lagi, Selly melihat meja
bola sodok tadi telah
dipindahkan ke pinggir ruangan.
Di tengah ruangan itu
sekarang tergelar matras
kusam dan delapan laki-laki
telanjang bulat berdiri
mengelilinginya. Selly didorong
ke tengah-tengah lingkarang
orang itu, hingga ia terjatuh
ke atas matras, tubuhnya
tersungkur tak berdaya untuk
mengangkat tubuhnya. Selly
merasakan tangan-tangan di
seluruh tubuhnya mulai
menarik, mendoorng dan
mengangkat tubuhnya. Ketika
Selly membuka matanya ia
melihat seseorang telah
berbaring telentang di bawah
tubuhnya.
Orang itu adalah si Rony, dan
penisnya sudah tegak berdiri.
Kedua bibir vagina Selly
kemudian dibuka oleh dua
pasang jari-jari ketika
perlahan tubuh Selly
diturunkan mengarah ke penis
Rony. Denga sisa-sisa sperma
yang ada, penis itu dapat lebih
mudah masuk ke dalam vagina
Selly. Dan Selly sendiri hanya
mengerang, merasakan kembali
sakit walaupun tidak lagi
menyengat ketika pertama kali
ia diperkosa oleh Rony tadi.
Seseorang kemudian menarik
rambutnya, dan sebuah penis
lain mendekati mulutnya. Selly
dengan perlahan membuka
mulutnya, berharap mereka
tidak akan menyakitinya jika ia
menuruti kemauan mereka.
Penis itu masuk hingga ke
tenggorokan Selly dan berhenti
tak bergerak. Selanjutnya Selly
merasakan sebuah tangan
mendorong tubuhnya hingga
turun. Kemudian tangan-
tangan lain mulai membuka
belahan pantatnya. Selly panik
dan berusaha merangkak
menjauhi tangan-tangan itu.
Dengan merangkak Selly
membuat penis di mulutnya
masuk makin dalam ke
tenggorokannya.
“Hei, lo suka juga akhirnya!
Kalo gitu ayo mulai aja
sayang!” kata orang yang
memasukan penisnya ke mulut
Selly sambil tersenyum.
Ia mulai menggerakan
pinggulnya secepat dan sekuat
tenaga. Tubuh Selly yang
terdorong mundur karena
gerakan orang itu, disambut
dengan sebuah penis lain di
liang anusnya. Sekarang rasa
sakit yang perlahan mulai
hilang dari tubuh Selly, kembali
menyengat seluruh tubuhnya.
Rasa sakit itu semakin
menjadi-jadi, sakit yang tidak
pernah dirasakan Selly
sebelumnya. Pikiran Selly
menjerit-jerit kesakitan,
sedangkan mulutnya hanya
bisa mengeluarkan suara tidak
jelas diredam oleh penis yang
keluar masuk. Rasa sakit itu
makin menjadi-jadi, ketika
ketiga orang itu mulai
bergerak berirama. Tubuh Selly
seperti terkoyak-koyak ketika
penis-penis itu bergantian
keluar masuk di dalam vagina
dan anusnya. Dua orang
kemudian mendekat memegangi
tubuh Selly hingga ia tidak
terjatuh ke samping. Semua
lubang di tubuh Selly, mulut,
vagina dan anus dipergunakan
oleh mereka untuk memuaskan
nafsu mereka secara
bersamaan. Kemudian dua
orang terkahir tadi menarik
tangan Selly, melingkarkan
jari-jari Selly di penis mereka
dan menyuruhnya untuk mulai
mengocok penis-penis mereka,
sementara dua orang lainnya
berlutut di samping Selly, dan
menarik buah dadanya untuk
kemudian digosokan pada penis
mereka.Sharon Lee Ngentot Dua Cowok Di Pinggir Pantai
Sekarang Selly sudah dalam
keadaan berlutut, tubuhnya
bergoyang maju mundur. Tujuh
dari sepuluh orang itu terus-
menerus menggunakan tubuh
Selly untuk membuat mereka
puas. Tidak seorang pun peduli
dan melihat bahwa Selly sama
sekali tidak bisa bergerak.
Semuanya tampak sangat
bernafsu memperoleh bagian
tubuh Selly.
Setelah beberapa menit rasa
sakit itu mulai bisa ditekan
oleh Selly. Selly terus
memejamkan matanya karena
ia tidak ingin melihat bagaiman
orang-orang itu
mempergunakan tubuhnya
untuk memuaskan mereka. Ia
hanya berharap semua itu
segera selesai, karena dirinya
hampir tidak bisa lagi menahan
rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Orang di anus Selly lebih dulu
orgasme. Ketika ia selesai dan
menarik penisnya keluar, orang
lain maju dan dengan
mempergunakan sperma orang
yang pertama, ia melumasi
penisnya dan memasukannya
ke anus Selly. Lalu orang di
mulutnya menyemburkan
sperma, membuat Selly
tersedak tak bisa bernafas,
berusaha sekuat tenaga
menelan sperma orang itu. Lalu
penis itu ditarik dan digantikan
oleh penis lain, yang kali ini
lebih besar. Selly berusaha
membuka mulutnya, tapi orang
itu tidak sabar dan langsung
mendorong penisnya masuk,
dan mulai bergerak. Ia
mendorong penisnya dalam-
dalam dan tidak menariknya
keluar, terus menahannya di
dalam tenggorokan Selly. Selly
kemudian merasakan getaran
dari tubuh Rony di bawahnya
dan cairan hangat mengalir ke
dalam vaginanya, segera
setelah itu orang lain
menggantikan posisi Rony tadi.
Orang-orang tadi bergantian
memperkosa Selly di seluruh
lubang yang ada, ia terus
menelan semua sperma yang
disemburkan di dalam mulutnya.
Dua orang di depan wajahnya
mengocok penisnya masing-
masing dan mengarahkan
penisnya ke wajah Selly. Ketika
Selly melihat ke bawah, orang
di bawah tubuhnya sedang
menatap wajahnya dan
kepalanya diganjal oleh kedua
tangannya. Tak lama kemudian
sperma kembali masuk ke
dalam vagina Selly, dua detik
kemudian sperma menyembur
ke anusnya.
Penis lain kembali masuk ke
vagina Selly. Selly kembali
memejamkan matanya, ia
sekarang hanya bisa
mengeluarkan suara erangan,
yang semakin tinggi ketika
penis lain masuk ke anusnya.
Ketika ia membuka matanya
lagi, Selly melihat sebuah penis
diarahkan ke wajahnya. Kepala
penisnya berwarna ungu bulat,
dan beberapa detik kemudian
sperma menyembur
menghantam wajahnya mengalir
masuk ke mulutnya. Orang
tubuh kemudian minggir dan
sebuah penis lain maju
mendekat.
Sepanjang malam Selly terus
melanyani sepuluh orang itu
hingga semuanya mendapat
bagian menggunakan mulut,
vagina dan anusnya paling
sedikit satu kali. Dan ketika
orang-orang tersebut puas
dan menjauh dari tubuh Selly,
tubuh Selly tetap tak
bergeming dalam posisi
merangkak, Selly lalu
mengangkat wajahnya
berusaha melihat orang-orang
yang mengelilinginya, setelah
itu semuanya gelap dan
tubuhnya jatuh tersungkur tak
sadarkan diri.

Incoming search terms:

Tags: #cerita bokep #Cerita dewasa #cerita hot #cerita hot terbaru #cerita mesum #cerita ngentot #cerita pemerkosaan #cerita perselingkuhan #cerita porno #cerita seks

Comments are closed.

Author: 
    author